Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
Topics :

Pemancing Italia tangkap ikan lele seberat 117 kilogram


Pemancing Italia bernama Dino Ferrari menangkap ikan lele raksasa di Sungai Po, sebelah utara Italia pekan lalu.

Ikan lele raksasa itu berukuran panjang 2,59 meter dan berat 117 kilogram. Ikan lele sebesar itu tercatat sebagai salah satu ikan lele terbesar di Eropa yang pernah dipancing


Dino bekerja sebagai pemancing di perusahaan Jerman. Dia punya banyak pengalaman memancing di Sungai Po dan sering menangkap ikan lele seberat lebih dari 90 kilogram.

Namun ikan lele tangkapan Dino masih kalah berat dengan hasil tangkapan pemancing asal Hungaria bernama Zsedely Atilla yang memecahkan rekor dengan menangkap ikan lele seberat 134 kilogram pada 2011 lalu.

Empat negara ini larang warganya nonton Piala Dunia


 Piala Dunia merupakan perhelatan paling ditunggu-tunggu penggemar sepak bola di seluruh dunia. Terlebih lagi jika tim nasional ikut berlaga dalam putaran final.

Kompetisi empat tahun sekali itu tahun ini digelar di Brasil. Para pendukung tim nasional masing-masing negara yang ikut bertanding pasti menginginkan timnya mendapat hasil terbaik.

Mereka yang menjadi pendukung tim nasional masing-masing sudah jauh-jauh hari memburu tiket untuk menyaksikan langsung di stadion. Namun tidak semua orang beruntung bisa melihat langsung aksi para pahlawan tim nasional mereka.

Warga yang tidak bisa menyaksikan langsung ke stadion akan memilih menonton melalui layar kaca. Uniknya, tidak semua negara peserta Piala Dunia membolehkan warganya menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui layar kaca. Ulama di beberapa negara bahkan mengeluarkan fatwa yang melarang warga menonton Piala Dunia.



1. Iran
Saat Iran menghadapi Nigeria dalam putaran final Piala Dunia di Brasil dini hari tadi, pendukung kedua negara di tanah air mereka banyak yang kesulitan menggelar nonton bareng di ruang publik.

Pasalnya polisi Iran melarang kafe-kafe dan restoran menayangkan Piala Dunia, termasuk pertandingan tim nasional Iran sendiri.

Mengutip media lokal, BBC melaporkan, Kamis (12/6), keputusan itu dibuat hanya beberapa pekan setelah pemerintah melarang kaum hawa menonton Piala Dunia bersama kaum pria di ruang publik.


Meski stasiun televisi Iran masih menayangkan Piala Dunia namun polisi mengatakan kepada Asosiasi Pemilik Kafe di Ibu Kota Teheran, mereka dilarang menyiarkan pertandingan itu ke publik.



2. Nigeria
Pemerintah Nigeria di wilayah timur laut negeri itu, tepatnya di Kota Adamawa, melarang warga menggelar acara nonton bareng seluruh tayangan pertandingan Piala Dunia. 

Alasan mereka karena acara semacam itu rentan serangan kelompok militan bersenjata Boko Haram, seperti dilansir BBC pekan ini.

"Tindakan kami adalah untuk melindungi nyawa mereka," ujar Brigadir jenderal Nicholas Rogers kepada wartawan.


Sepekan sebelum pengumuman larangan itu militan Boko Haram diduga melancarkan serangan bom mobil hingga menewaskan 18 orang saat menonton Piala Dunia.



3. Mesir
 Di saat warga sejagat bersemangat menyambut penyelenggaraan Piala Dunia di Brasil, seorang ulama Mesir beraliran ultra-konservatif mengatakan menonton pertandingan sepak bola tidak dapat diterima dalam Islam karena itu adalah sebuah gangguan dan dapat "menghancurkan bangsa-bangsa".

Yasser Borhami, seorang anggota pendiri dari gerakan Salafi utama di Mesir, yakni Ad-Da'wa As-Salafiya (Seruan Salafi), mengatakan menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan sepak bola adalah "bencana yang membuat saya sangat marah", seperti dilansir surat kabar Arab News, Senin (16/6).

Dia mengatakan menonton pertandingan sepak bola merupakan gangguan dari kewajiban agama dan duniawi, yang akhirnya dapat menyebabkan "kehancuran bangsa dan rakyat".

Pendapatnya agama itu, atau fatwanya, telah diunggah di situs mereka dalam sebuah video dua hari lalu, berbeda jauh dengan kebijaksanaan konvensional menyebut bahwa kompetisi olah raga seperti Piala Dunia berfungsi untuk membina persahabatan dan pemahaman antara bangsa-bangsa di dunia.

Borhami mengatakan bahwa ada kondisi yang akan membuat sesuatu menjadi "haram" atau tidak dapat diterima dalam Islam, yakni jika hal itu dapat mengalihkan perhatian Anda dari tugas-tugas agama, kemudian memperlihatkan bagian tubuh di mana menurut Islam seharusnya ditutup, atau menyebabkan kaum muslim menyukai dan mendukung orang-orang kafir. Dia menjelaskan bahwa pertandingan sepak bola biasanya memenuhi semua kondisi tersebut.

Pernyataannya itu langsung memicu kecaman, pada saat warga Mesir terpaku pada televisi mereka mulai pagi hari karena perbedaan waktu dengan Brasil.

Ketika ditanyakan oleh seorang pembawa acara yang merupakan penggemar sepak bola fanatik di Mesir saluran CBC tentang fatwanya itu, Borhami kembali menegaskan, "Saya hanya mengatakan jangan buang waktu Anda."

Dia mengatakan bahwa seruannya itu telah dibawa di luar konteks oleh mereka yang ingin menyerangnya karena alasan politik.


Borhami, yang kelompoknya pernah menjadi pendukung kelompok sesama Islam dari Ikhwanul Muslimin yang naik ke tampuk kekuasaan di Mesir setelah pemberontakan 2011, malah kemudian mengkritisi kelompok itu dan menuduhnya mendominasi kekuasaan politik. Borhami dan kelompoknya kemudian mendukung protes rakyat terhadap Ikhwanul Muslimin dan penggulingan Presiden Muhammad Mursi yang dilakukan militer.



4. Arab Saudi
 Di saat media global beralih ke Brasil untuk berlomba-lomba memberitakan ajang kompetisi sepak bola terbesar sejagat Piala Dunia, media Israel justru kembali mengungkit sebuah cerita tentang fatwa dikeluarkan seorang ulama Arab Saudi garis keras yang melarang sepak bola, meski fatwa itu dikeluarkan pada tahun lalu.

Institut Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI), yang didirkan pada 1998 oleh mantan perwira intelijen militer Israel Yigal Carmon dan Meyrav Wurmser, seorang ilmuwan politik Amerika kelahiran Israel, dua hari lalu menerbitkan terjemahan dari fatwa ulama Saudi Syekh Abd al-Rahman al-Barrak itu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (13/6).

Fatwa itu menyatakan bahwa sepak bola adalah sebuah kekejian yang menyebabkan orang membuang-buang waktu mereka untuk mengadopsi kebiasaan bejat dari musuh-musuh Islam dan memuliakan pemain sepak bola "kafir".

Menurut terjemahan MEMRI itu, Syekh al-Barrak mengeluarkan fatwa dalam menanggapi permintaan oleh seorang pembaca di situs miliknya (albarrak.islamlight.net), yang bertanya-tanya bagaimana cara bersikap terhadap penggemar sepak bola yang mengagumi dan memuji pemain sepak bola dari warga asing.

Namun, MEMRI gagal menunjukkan bahwa fatwa itu tertanggal Maret 2013 dan menjelaskan mengapa mereka menerbitkan sebuah cerita tentang hal itu sekarang, mengingat bahwa fatwa itu sudah berusia lebih dari satu tahun.

Situs the Jerusalem Post yang berbasis di Israel dengan cepat mengambil cerita dengan menulis, " Piala Dunia berlangsung di Brasil pada Kamis malam, namun tidak semua orang senang".

"Dalam sebuah fatwa baru-baru ini, ulama Saudi Syekh Abd al-Rahman al-Barrak menulis bahwa permainan sepak bola adalah kekejian moral dan sosial," tulis the Jerusalem Post, merujuk pada terjemahan MEMRI.


The Jerusalem Post, serta beberapa surat kabar dan media lainnya, tampaknya telah mengangkat cerita MEMRI tentang fatwa itu tanpa meneliti terlebih dahulu atau mengklarifikasi tanggal asli fatwa itu dikeluarkan.

Prabowo Menolak Cium Pipi Capres Jokowi


Di atas panggung, di tengah sorot kamera, Prabowo Subianto menunjukkan sikap simpatik dan ksatria. Saat Debat Capres II pada Minggu malam lalu, 15 Juni 2014, merespons pemaparan Jokowi soal pentingnya ekonomi kreatif, Prabowo mengatakan, "Maaf ini para penasehat saya. Meskipun saya dilarang untuk apapun mengatakan setuju ke Pak Jokowi, kalau idenya memang baik, saya tetap menyatakan setuju."

Prabowo turun dari kursinya dan dengan simpatik menghampiri Jokowi, menyalami dan mencium pipinya. Suporter Prabowo bertepuk tangan meriah.

Tuluskah sikap simpatik Prabowo itu?

Sayang seribu sayang, pemandangan di atas panggung itu berbeda 180 derajat dengan di belakang panggung.

Kini beredar video yang menunjukkan sikap Prabowo yang sebaliknya. Sebelum debat dimulai, saat dia memasuki ruang tunggu, Jokowi menghampiri Prabowo, menyalami dan mencondongkan mukanya untuk mencium pipi Prabowo sebagai tanda penghormatan.

Apa yang terjadi?

Prabowo tak menanggapi penghormatan Jokowi. Dia melengos dan langsung pergi, meninggalkan Jokowi.


Lihat videonya di tautan ini.
  

YouTube Akan Blokir Video Musik Adele

 YouTube berencana akan menghapus video musik milik artis seperti Adele, Artic Monkeys, dan Jack White karena artis yang bernaung di label indie tersebut tidak memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh situs berbagi video milik Google ini.

"Kami akan memblokir video-video dari label indie dalam beberapa hari ke depan jika mereka menolak menyepakati tawaran yang diajukan," kata Robert Kyncl, Kepala Bidang Konten dan Operasi Bisnis YouTube, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (18/6/2014).

Jika benar demikian, sebentar lagi para penikmat video musik tak akan lagi bisa menyaksikan video `Someone Like You` dari Adele dan  `Do I Wanna Know?` dari The Arctic Monkeys.

Seperti yang diketahui, YouTube akan segera meluncurkan layanan berbayar guna menghasilkan dan mengalirkan uang untuk industri musik dan sedang merundingkan pembagian hasil dengan label-label rekaman.

Tiga label besar seperti Universal, Sony, dan Warner sudah memenuhi kesepakatan dengan persyaratan yang diajukan YouTube. Akan tetapi, hingga kini ada beberapa label indie yang belum sepakat dengan persyaratan tersebut.

Mentega Aman untuk Jantung

mengonsumsi lemak jenuh seperti mentega tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mungkin Anda hanya mengenal lemak baik ada pada buah avokad atau ikan, sebuah terobosan baru yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine analisis yang menggabungkan hampir 80 studi menemukan bahwa mengonsumsi lemak jenuh seperti mentega tidak meningkatkan risiko penyakit jantung. Demikian dikutip dari Womenshealthmag, Senin (16/6/2014).

Para ahli sepakat, lemak jenuh justru dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. "Penderita penyakit kronis mungkin sering dikaitkan dengan konsumsi lemak jenuh. Tapi penelitian menunjukkan bagaimana mengonsumsi lemak yang benar dan cara pembakaran lemak yang tepat dapat menghindari Anda dari risiko penyakit jantung," tulis peneliti.

Para ahli menunjukkan bahwa 20 sampai 30 persen kalori harian Anda harus berasal dari lemak. Tidak lebih dari 10 persen dari lemak jenuh. Berdasarkan diet 1.800 kalori per hari, antara 40 dan 60 gram lemak harus dikonsumsi setiap hari.

Peneliti menambahkan, lemak jenuh tertentu dapat dimetabolisme oleh tubuh lebih cepat dari yang lain. Ini berarti lemak tidak disimpan sebagai timbunan lemak.
 

Label 8

Trending Template

Label 1

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NakNik News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger